Menentukan rencana hidup setelah lulus kuliah masih menjadi hal yang menyedihkan bagi sebagian orang. Pasalnya, Memperoleh IPK tinggi tidak menjamin seseorang akan mendapat pekerjaan dengan mudah. Begitu pula yang dialami oleh salah satu Lulusan Terbaik Prodi Agroteknologi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa yaitu Ngatini.
Wanita dengan panggilan akrab Mbak Tin itu memiliki keinginan bisa melanjutkan Studi Magister setelah lulus kuliah. Keinginannya ini disambuat baik oleh orang tua asuhnya yang kebetulan juga menyarankan untuk meneruskan S2. Mereka pun siap membiayainya. Namun, di sisi lain ia menyadari ibunya kini sudah tidak muda lagi dan ada masanya beliau pensiun dari pekerjaannya sebagai petani.
Di tengah kebimbangannya, Mbak Tin mencoba bercerita kepada salah satu sahabat dekatnya yaitu Kusnul Chasanah atau biasa dipanggil Cacha. Di sinilah Ngatini mendapatkan sebuah pencerahan lewat kata-kata menyentuh dari Cacha yaitu, “Kamu boleh punya cita-cit tapi di satu sisi juga perlu memikirkan orang tuamu yang sudah mulai renta. Beliau ini pasti juga sangat menanti cerita sukses anaknya yang tidak hanya dari segi akademik.”
Menyiapkan berkas lamaran, apply berbagai lowongan pekerjaan sampai akhirnya ia diterima sebagai CRM (Customer Relatinship Management) di salah satu Perusahaan Digital Marketing. Mbak Tin juga mencatatkan prestasi yang baik selama ia bekerja dengan terpilih sebagai CRM terbaik sebanyak 3 kali. Namun ia memutuskan menyudahi karirnya karena dorongan kuat untuk kembali ke Pertanian dan meneruskan mimpinya untuk menjadi penulis.
Tekadnya ini ia mulai dengan membantu mengelola lahan milik guru Ngajinya di pesantren. Sampai suatu ketika ia melamar di Sayur Sleman yang kebetulan sedang membuka lowongan pekerjaan dan merekrut mahasiswa. Sayur Sleman merupakan startup di bidang pertanian yang memberikan pelayanan bagi ibu rumah tangga dalam berbelanja kebutuhan dapur. Platform ini juga membantu pedagang ayur maupun petani Iokal dalam memasarkan hasil panennya.
Ngatini melamar untuk posisi Research and Development Officer. Alhamdulillah takdir baik membawanya ke panggilan wawancara. Dia pun mendapatkan kesempatan yang baik di Sayur Sleman dengan menempati posisi Copy Writing, sesuai passion yang ia miliki. Wanita kelahiran Purworejo itu mengaku sangat bersyukur karena ia dipertemukan jalannya untuk menjadi penulis.
Ngatini adalah contoh permata terpendam yang kini tumbuh untuk memaksimalkan potensinya bersama Sayur Sleman. Ia membuktikan bahwa kekuatan usaha, doa, dan tekad untuk memajukan sektor pertanian telah mendorongnya untuk bergabung di Sayur Sleman. Semoga makin banyak Ngatini lainnya yang menjadi inspirasi bagi kita semua