Puasa Belum Sampai Dzuhur, Energi Sudah Drop?

Share:
Gambar berita

SSFriends, sudah sahur? Makan terasa cukup? Tapi sebelum dzuhur tubuh udah lemes? Banyak orang mengira kondisi ini wajar saat puasa. Padahal, energi yang drop seringkali disebabkan oleh pola makan yang kurang seimabng. Bukan puasanya yang salah, tetapi komposisi nutrisi saat sahur dan berbuka yang belum tepat.

Lonjakan Gula Darah yang Tidak Stabil

Makanan dengan kandungan gula tinggi dan karbohidrat sederhana seperti nasi putih berlebihan atau minuman manis memang memberikan energi cepat. Akan tetapi, gula darah juga bisa turun dengan cepat beberapa jam kemudian. Akibatnya, tubuh terasa lemas dan sulit fokus.

Menurut, Pedoman Gizi Seimbang (Kemenkes RI, 2019), konsumsi serat penting untuk membantu memperlambat penyerapan gula sehingga energi lebih stabil.

Kurangnya Serat dan Mikronutrien

Sayuran hijau mengandung zat besi, magnesium, vitamin C, dan vitamin B kompleks yang berperan dalam produksi energi. Berdasarkan USDA FoodData Central (2023), sayuran seperti pakcoy, kangkung, dan selada merupakan sumber mikronutrien penting bagi metabolisme tubuh. Jika asupan ini kurang, tubuh lebih mudah merasa lelah meski porsi makan terlihat cukup.

Kurangnya Protein

Selain karbohidrat dan sayur, protein juga berperan penting dalam menjaga energi lebih tahan lama. Protein membantu memperlambat pengosongan lambung sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama dan gula darah lebih stabil. Contoh sumber protein yang cocok untuk sahur antara lain, telur, ikan, ayam, tahu, tempe, dan susu. Mengkombinasikan protein dengan sayur dan karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau kentang rebus akan membantu energi bertahan lebih lama.

Kurang Hidrasi

Tubuh tetap kehilangan cairan selama puasa. WHO (2020) menyebutkan bahwa dehidrasi ringan dapat menurunkan konsentrasi dan stamina. Minum cukup air saat sahur dan berbuka, serta mengonsumsi sayuran dengan kandungan air tinggi, membantu menjaga keseimbangan cairan.

Energi yang cepat drop saat puasa bukan hanya karena tidak makan seharian, tetapi karena kualitas asupan yang kurang seimbang. Mengkombinasikan karbohidrat kompleks, protein, serat, vitamin, mineral, dan cairan yang cukup akan membantu energi bertahan lebih stabil.

Referensi:

Almatsier, S. (2010). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta: Kemenkes RI.

USDA FoodData Central. (2023). Nutrient Data for Bok Choy, Lettuce, Spinach, and Water Spinach.World Health Organization (WHO). (2020). Healthy Diet Fact Sheet.

Berita Terbaru

Jangan sampai ketinggalan apa yang ada di Sayur Sleman