Sayur Sleman terus memperluas kontribusinya dalam pengembangan pertanian terintegrasi melalui pendampingan pembangunan Integrated Farming di Ma’had Fathun Qorib, Sleman. Program ini dirancang sebagai sistem pertanian terpadu yang mendukung kemandirian pangan sekaligus menjadi sarana pembelajaran praktis bagi para santri.
Konsep yang diterapkan mengintegrasikan beberapa sektor dalam satu ekosistem yang saling terhubung, meliputi budidaya hortikultura, peternakan ayam, perikanan lele sistem bioflok, serta pengolahan sampah organik menjadi kompos. Pendekatan ini memungkinkan terciptanya sistem sirkulasi yang efisien dan berkelanjutan, di mana setiap sektor saling mendukung.
Bagi pesantren, pengembangan ini menjadi langkah strategis menuju ketahanan pangan internal. Kebutuhan sayur, ikan, dan hasil peternakan diharapkan dapat dipenuhi secara mandiri, sehingga mampu menekan biaya operasional dalam jangka panjang.
Dalam prosesnya, Sayur Sleman berperan sebagai konsultan sekaligus pelaksana teknis. Mulai dari perencanaan konsep, desain kawasan, hingga implementasi fisik di lapangan, seluruh tahapan dilakukan dengan pendekatan best practice yang telah dikembangkan. Tidak hanya membangun infrastruktur, Sayur Sleman juga melakukan transfer pengetahuan agar sistem dapat dikelola secara berkelanjutan oleh pihak pondok.
Ke depan, integrated farming ini diharapkan tidak hanya memberi manfaat ekonomi, tetapi juga menjadi media pembentukan karakter dan keterampilan santri. Program ini sekaligus berpotensi menjadi model percontohan bagi pesantren lain yang ingin mengembangkan pertanian terintegrasi berbasis edukasi dan kemandirian
Sebagai mitra strategis dalam pengembangan pertanian terintegrasi, Sayur Sleman berkomitmen menghadirkan solusi yang aplikatif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi komunitas.
