SSFriends, pernah merasa cepat lapar, lemas, atau sembelit saat puasa? Bisa jadi tubuhmu kurang asupan serat. Padahal, serat berperan penting menjaga energi dan kesehatan pencernaan selama berpuasa.
WHO merekomendasikan konsumsi minimal 400 gram buah dan sayur per hari untuk menjaga kesehatan dan menurunkan risiko penyakit. Sementara itu, kebutuhan serat harian orang dewasa sekitar 25-30 gram per hari dari makanan alami.
Mengapa Serat Penting Saat Puasa?
- Menjaga Energi Lebih Stabil
Serat larut memperlambat penyerapan gula sehingga kadar gula darah lebih terkontrol. Gula darah yang stabil membantu tubuh tidak cepat lapar dan tetap fokus lama.
- Membuat Kenyang Lebih Tahan Lama
Serat memperlambat pengosongan lambung sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama setelah sahur.
- Mencegah Sembelit
Serat tidak larut membantu memperlancar pergerakan usus dan mencegah gangguan pencernaan akibat perubahan jam makan saat puasa.
Sumber serat terbaik berasal dari sayuran, buah, dan biji-bijian. Sayuran hijau seperti bayam dan brokoli merupakan pilihan rendah kalori namun kaya nutrisi. Menambahkan sayur saat sahur membantu menjaga stamina sepanjang hari, sedangkan konsumsi sayur saat berbuka membantu sistem pencernaan kembali bekerja secara bertahap dan seimbang.
Puasa yang optimal bukan hanya soal menahan diri, tetapi juga tentang mencukupi kebutuhan gizi. Dengan serat yang cukup, puasa terasa lebih ringan dan tubuh tetap terjaga kesehatannya.
Referensi:
World Health Organization. (2026). Healthy Diet.https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/healthy-diet Harvad T. H. Chan School of Public Health. (2022). The Nutrition Source: Fiber.https://nutritionsource.hsph.harvard.edu/carbohydrates/fiber/ V. P. Nirmala Prasadi., & Joye, I. J. (2020). Dietary fibre from whole grains and their benefits on metabolic health. Nutrients, 12(10), 3045.
