Halo SSFriends, setelah memahami fenomena El Niño yang membuat suhu Indonesia melonjak, mungkin SSFriends mulai merasakan dampaknya pada tubuh. Rasa mudah lelah, pusing, atau kulit terasa lebih kering bisa menjadi tanda tubuh sedang beradaptasi dengan suhu lingkungan yang lebih tinggi. Perubahan suhu yang drastis antara panas menyengat dan hujan badai mendadak bukan hanya tantangan bagi lingkungan, tapi juga merupakan ujian berat bagi metabolisme tubuh kita.
Paparan panas yang berkepanjangan menyebabkan tubuh bekerja ekstra keras untuk mendinginkan suhu internal melalui keringat. Hal ini memicu risiko dehidrasi yang tidak disadari. Menurut riset kesehatan, cuaca ekstrem dapat memicu Heat Exhaustion (kelelahan karena panas), dengan gejala seperti detak jantung lebih cepat, kram otot, hingga menurunnya daya konsentrasi. (CDC, 2025). Perubahan suhu yang mendadak saat pancaroba juga membuat imunitas tubuh harus beradaptasi dengan cepat, sehingga kita menjadi lebih rentan terhadap flu dan infeksi saluran pernapasan. Jika tidak diimbangi dengan nutrisi yang tepat, tubuh akan merasa “layu” sebelum waktunya.
Mengenali sinyal yang diberikan tubuh saat cuaca ekstrem adalah langkah awal untuk tetap sehat. Jangan abaikan rasa haus atau lelah yang berlebihan. Pertanyaannya sekarang, bagaimana cara kita “mendinginkan” tubuh dan menjaga imun tetap kuat meski matahari sedang terik-teriknya? Jawabannya ada pada pilihan makanan kita. Simak daftar rahasia nutrisi penghalau panas di konten besok, ya!
DAFTAR PUSTAKA
Center for Disease Control and Prevention. (2025). About Heat and Your Health. https://www.cdc.gov/heat-health/about/index.html?CDC_AA_refVal=https%3A%2F%2Fwww.cdc.gov%2Fextreme-heat%2Fabout%2Findex.html
